Beranda Politik Video Bahrul Ulum Viral, Dugaan Penghinaan Warga Serang Mencuat

Video Bahrul Ulum Viral, Dugaan Penghinaan Warga Serang Mencuat

Tangkap layar video viral. (IST)

KAB. SERANG – Sebuah video yang beredar di media sosial kembali memicu kontroversi menjelang Pilkada Kabupaten Serang. Dalam video tersebut, terdapat narasi yang menuding salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Serang. Selain itu, video tersebut juga memuat pernyataan yang diklaim menyebut masyarakat Serang seperti keledai.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum yang juga merupakan Sekretaris DPD Golkar Banten, membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa video yang beredar merupakan hasil penyuntingan yang memotong konteks sebenarnya.

“Itu kan video editan, biarin aja, bodo amat lah, digubris juga nggak mau, nanti malah makin panjang,” ujar Bahrul Ulum saat dikonfirmasi oleh BantenNews.co.id, Senin (17/3/2025).

Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak ingin terlalu menanggapi penyebaran video tersebut, terutama di bulan Ramadan.

“Biarin aja, minimal ngurangin dosa saya selama puasa Ramadan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bahrul Ulum menegaskan bahwa masyarakat saat ini sudah lebih cerdas dan tidak mudah terprovokasi oleh propaganda semacam itu.

“Saya lagi cari video utuhnya, belum ketemu. Nanti kalau sudah ada, baru akan saya bawa ke ranah hukum,” tegasnya.

Menurutnya, pernyataan yang tersebar telah dipotong sehingga hanya menampilkan kata “keledai” tanpa konteks yang utuh. Padahal, kata dia, pernyataan tersebut merupakan nasihat umum dan bukan ditujukan untuk masyarakat Serang secara spesifik.

“Itu kan hanya bagian tertentu yang diambil, padahal aslinya itu adalah nasihat untuk semua orang, bukan menyebut masyarakat Serang keledai,” jelasnya.

Bahrul Ulum juga menduga bahwa video tersebut merupakan bagian dari strategi propaganda yang dilakukan oleh pasangan Zakiyah-Najib untuk memengaruhi opini publik.

“Itu kan propaganda dari pasangan Zakiyah-Najib untuk menggiring opini masyarakat,” paparnya.

Baca Juga :  Kasus Video Porno Viral di Jawilan, Bupati Tatu: Akidah Juga Penting

Sementara itu, dalam video yang tersebar, narasi yang disampaikan mengklaim bahwa kemenangan dalam Pilkada Kabupaten Serang bukan sekadar hilang begitu saja, tetapi direbut melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Video tersebut bahkan menyebut bahwa kemenangan tersebut bukanlah takdir, melainkan hasil perampasan.

“Lebih parah lagi, Bahrul Ulum menyebut masyarakat Serang seperti keledai,” demikian bunyi narasi dalam video yang diunggah akun TikTok @BersamaBerperan, dikutip dari BantenNews.co.id, Senin (17/3/2025).

Dalam video tersebut juga terdapat seruan untuk melakukan perlawanan terhadap hasil Pilkada yang dianggap tidak adil.

“Kok kita dibilang keledai? Nggak ada faedahnya itu. Hak kita dan milik kita direbut dengan kekuatan, maka harus kita rebut kembali dengan kekuatan,” ujar suara dalam video tersebut.

“Ini bukan sekadar menang atau kalah, ini tentang harga diri, tentang hak yang direnggut secara tidak adil. Bangkit, lawan Andika Hazrumy, rebut kembali kemenangan yang seharusnya milik rakyat,” lanjut narasi dalam video tersebut.

Untuk diketahui, hingga saat ini video tersebut masih beredar luas dan menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat.

Penulis: Rasyid
Editor: TB Ahmad Fauzi

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News