SERANG – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) penyertaan modal Bdan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Agribisnis Banten Mandiri, Gembong R Sumedi mengaku pesimis pemenuhan modal awal sebesar Rp 75 miliar dapat terlaksana pada 2021.
Diketahui, dalam Perda pemebntukan BUMD tersebut mewajibkan pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 300 miliar untuk modal. Dimana, untuk modal awal diwajibkan sebesar 25 persen atau Rp 75 miliar.
Pemprov Banten sendiri pada APBD Perubahan 2020 telah memberikan dana sebesar Rp 10 miliar. Sedangkan dalam draf kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA PPAS) APBD 2021 hanya disepakati peneyertaan modal sebesar Rp 20 miliar, atau masih kurang Rp 45 miliar lagi.
Gembong mengatakan, terdapat dua modal dasar yang diberikan kepada perusahaan milik Pemprov Banten tersebut yaitu, modal dasar dan modal disetor. Dimana, untuk modal dasar nilainya mencapai Rp 300 miliar dan minimal modal disetor itu 25 persen dari anggran tersebut atau sekitar Rp 75 miliar yang harus disetor.
“Sesungguhnya kalau bicara modal yang bisa berupa uang dan barang/aset cukup jika menyertakan tanah yang sudah dibeli. Tetapi pansus berharap agar BUMD Agro ini bisa segera berlari. Maka yang 25 persen ini inginnya berupa dana fresh. Makanya diupayakan di RAPBD 2021 ada tambahan untuk modal disetor sebesar Rp 65M. Nah sisa dari modal dasar bisa bertahap bisa nanti ditambah lg di tahun anggaran berikutnya,” kata Gembong, Jumat (6/11/2020).
Pihaknya berharap agar modal disetor kepada PT Agrobisnis Mandiri bisa selesai semuanya pada APBD 2021 agar cukup menjadi Rp 75 miliar. Namun, karena faktor ketersediaan anggaran, penyertaan modal harus dibahas ulang hingga APBD-P tahun depan.
“Nanti di pembahasan RAPBD. Kalo KUA tetap Rp 20 miliar (APBD tahun 2021) karena sudah diketuk, tapi di pembahasan RAPBD kalo ternyata ada tambahan pendapatan angka itu bisa berubah menjadi Rp 65 miliar,” katanya.
Pihaknya juga meminta agar BUMD tersebut bisa langsung berjalan, sesuai dengan harapan sebelumnya dalam menjaga harga-harga dari petani, khususnya di Provinsi Banten.
“Tidak hanya gabah, daging juga akan dikelola oleh BUMD Agrobisnis mandiri dalam menjaga harga di pasaran milik petani, khususnya pada saat panen raya,” ujarnya.
(Mir/Red)