Beranda Bisnis Siap-Siap! Harga Tahu Bakalan Naik

Siap-Siap! Harga Tahu Bakalan Naik

Produsen tahu di Kota Serang.

SERANG – Belum selesai dipusingkan dengan kenaikan harga minyak goreng dan wacana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax, kini masyarakat harus bersiap menghadapi kenaikan harga tahu.

Harga makanan yang digemari oleh banyak kalangan ini direncanakan akan melonjak pada 3 April 2022 mendatang secara bertahap di wilayah Provinsi Banten. Hal itu dipicu dengan harga kacang kedelai yang diperkirakan akan menyentuh angka Rp15 ribu.

Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Provinsi Banten, Redi Kurniadi mengatakan kenaikan harga tahu yang telah disepakati dalam rapat koordinasi itu akan dimulai di Pasar Induk Rau Kota Serang dan Pasar Ciruas, Kabupaten Serang.

Selain itu, para perajin tahu juga telah memutuskan untuk libur produksi selama dua hari terhitung mulai 1 April sampai 2 April 2022.

“Harga kacang kedelai juga belum ada indikasi penurunan. Kita bikin acuan untuk patokan harga kedelai ini di angka Rp15 ribu per kilogramnya, jadi ketika ada kenaikan sampai Rp15 ribu ya kita sudah aman gitu. Otomatis harga tahu dari perajin naik, sekarang Rp60 ribu per papan. Jadi kalau ecernya itu sekitar Rp600, enggak terlalu besar. Kita lihat juga pedagang-pedagang gorengan juga udah naikin harganya ada yang Rp1.500,” ujar Redi kepada BantenNews.co.id ketika dikonfirmasi pada Rabu (30/3/2022).

Sebelumnya harga tahu per papan dibanderol dengan harga Rp45 ribu dan harga tersebut pun sempat membuat para perajin tahu menjadi kelabakan. Pasalnya tak hanya menuai protes dari para pedagang tahu, tapi juga dikeluhkan oleh para pembeli.

“Sebenarnya ada protes dari pedagangnya kayak dari Cilegon, Lebak, Rangkas itu protes. Kita sendiri kenaikannya bertahap, pertama ini Kota dan Kabupaten Serang terlebih dahulu yang kita fokuskan seperti Pasar Induk Rau karena semua tahu dari berbagai daerah masuk di situ, lalu Pasar Ciruas nanti loncat ke Cilegon, Pandeglang, Lebak,” jelas Redi.

Baca Juga :  Industri yang Jadi Idola Buat Kerja di Cilegon, Gajinya Besar?

Sebelumnya, para perajin tahu tempe di Banten juga menghentikan produksi sementara pada 21 Februari hingga 23 Februari 2022 lalu. Keputusan tersebut diakibatkan kenaikan harga kedelai dan minyak goreng. Faktor kenaikan harga kedelai pada tahun 2022 diduga karena banyaknya kedelai yang gagal panen di Amerika akibat cuaca buruk. Selain itu permintaan tinggi di China juga berpengaruh pada stok kedelai yang diperoleh Indonesia. Imbas stok yang dibatasi, harga kedelai pun melonjak.

Kenaikan harga kacang kedelai sendiri sebenarnya sudah terjadi sejak 2020. Pada 2020, harga kedelai di Banten menyentuh Rp8 ribu sampai Rp10 ribu dan hal tersebut masih bisa diatasi dengan langsung mengambil langkah menaikkan harga tahu yang semula adalah Rp25 ribu – Rp35 ribu per papan menjadi Rp40 ribu per papan.

Namun ketika kenaikan terjadi pada 2022, Kopti dan perajin tahu tidak bisa langsung mengambil keputusan untuk menaikkan harga produk dikarenakan saat ini masyarakat juga masih disulitkan dengan harga minyak goreng yang meroket.

(Nin/Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News