Beranda Kesehatan RSDP Serang Buka Suara Soal Keluhan Pasien

RSDP Serang Buka Suara Soal Keluhan Pasien

Ilustrasi - foto istimewa detik.com

SERANG – Sejumlah pasien mengeluhkan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang. Keluhan itu menyoal antrean berjam-jam di poliklinik serta jam operasional apotek yang tak teratur.

Sebelumnya diwartakan, para pasien mengeluhkan pemanggilan nomor antrean yang tidak menentu di Poli Jantung. Pemanggilan antrean yang acak hanya berdasarkan nama bukannya nomor urut ini membuat sejumlah pasien kebingungan.

Mereka yang sudah datang sejak subuh jadi tidak bisa melakukan aktivitas lain seperti makan ataupun ke toilet karena khawatir akan dipanggil.

Selain itu, sama halnya dengan antrean di poliklinik, pasien harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan obat. Di apotek RSDP Serang, pasien menyerahkan resep dan mendapatkan nomor antrean baru untuk pengambilan obat.

Lambannya pelayanan di apotek seringkali dikeluhkan para pasien. Belum lagi saat sudah mengantre lama, mereka tidak bisa mendapatkan obat karena apotek sudah tutup.

Menanggapi keluhan para pasien, Kasubag Humas RSDP Serang, Ai Hadiyani menjelaskan bahwa terkait pemanggilan pasien di poliklinik yang tidak secara urut disebabkan karena sejumlah faktor. Hal itu diantaranya kecepatan dokter saat memeriksa pasien, jumlah pasien yang diperiksa, dan adanya pasien dalam kondisi urgen.

Di Poli Jantung sendiri hanya ada dua dokter yang akan memeriksa pasien. Sedangkan jumlah pasien di poliklinik tersebut termasuk banyak.

“Jadi ilustrasinya gini, misal pasien nomor 1 hingga 4 ada di dokter kesatu, yang pasien nomor 5 sampai 8 ada di dokter kedua. Untuk setiap pasien kan pemeriksaannya berbeda-beda, misal bisa jadi saya lebih lama diperiksanya daripada yang lain. Otomatis nanti bisa jadi yang di dokter 1 itu nomor 1-4 itu sudah selesai tapi yang di dokter 2 nomor 5-8 belum selesai,” jelasnya kepada BantenNews.co.id melalui sambungan telepon.

Baca Juga :  Olahraga Pagi Bareng Anak: Cara Seru untuk Jaga Kesehatan dan Kebersamaan

“Otomatis yang tergambar di monitor langsung ke nomor sembilan padahal yang nomor lima itu belum, seperti itu. Kenapa ada nomor ratusan? Jadi itu ada pasien konsulen yang masuk ke Poli Jantung, yang kalau konsul harus diutamakan karena biasanya ada yang mau operasi jadi disela dulu,” tambah Ai.

Ai memaparkan, pasien yang masuk ke Poli Jantung dengan kondisi mendesak seperti akan dioperasi mendapatkan nomor paling akhir. Namun dikarenakan keadaannya yang prioritas, maka konsultasi pasien tersebut didahulukan di antara antrean pasien rawat jalan.

“Tapi ternyata keselip sama yang mau operasi itu kan urgent harus diprioritaskan, nah pasien ini (pasien urgen) kan ke Poli Jantung juga pakai nomor jadi ditaruhlah misal nomor yang paling terakhir misal pasien di situ sudah ada 100 jadi yang pasien ini (pasien urgen) 101,” paparnya.

Meski begitu, pihaknya akan segera melakukan evaluasi perihal penomoran antrean agar tidak membingungkan para pasien.

“Ini nanti akan bertahap diperbaiki jadi nanti akan ditulis misalkan untuk pasien konsulan dimulai K101,” ujar Ai.

Kemudian menyangkut pasien yang tidak bisa mendapatkan obat lantaran apotek sudah tutup, Ai menyebutkan ada miskomunikasi antara pasien dengan pihak farmasi. Sebab dalam SOP-nya, apotek diharuskan menyelesaikan semua resep yang diterima pada hari yang sama dengan penerimaan meski jam operasional farmasi hanya buka sampai pukul 14.00 WIB.

“Jadi kalau untuk ngerjain resep gitu ya mereka kerjakan sampai selesai (sampai jam tutup) enggak ada ninggalin obat yang dibuat. Karena mereka SOP-nya enggak pernah ninggalin resep obat, kalau obat kan memang orang perlu obat saat itu,” kata Ai.

Kesalahpahaman yang dimaksud Ai, kemungkinan pada saat pasien dipanggil oleh pihak farmasi, pasien tersebut tidak berada di tempat.

Baca Juga :  Guru dan Tenaga Kependidikan di Kabupaten Serang Bantu Tim Medis RSDP

“Tapi mungkin pasien enggak kedengaran atau masih di luar. Jadi tidak ada yang menyahut. Mungkin selisihnya di menitan pada saat tutup sudah pulang, pasien baru ke apotek mau ambil,” ucap Ai.

Pelayanan RSDP Serang memiliki jam operasional yang berbeda yakni pada Senin-Kamis pelayanan dimulai pukul 07.15 – 14.00 WIB.

Kemudian pada Jumat jam operasional dimulai 07.15 – 12.45 WIB, sedangkan Sabtu pada 07.15 – 15.15 WIB.

(Dra/Nin/Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News