KAB. SERANG – Sebuah toko yang menjual susu bayi dan kosmetik di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten dibobol kawanan maling. Akibatnya pemilik mengalami kerugian lebih dari Rp215 juta.
Saepudin, pemilik toko Imah Kosmetik mengatakan, peristiwa yang menimpanya itu baru diketahui ketika ia akan membuka toko sekira pukul 08.00 WIB pada Sabtu (29/7/2023). Saat itu, keadaan pintu warung sudah dalam kondisi terbuka dan barang-barang di dalamnya sudah porak-poranda.
“Pintu terbuka juga enggak lebar, terbuka dikit. Begitu saya masuk dalam, barang sudah acak-acakan,” katanya kepada BantenNews.co.id, Rabu (2/8/2023).
Usai melihat kecurigaan tersebut, ia langsung mengecek rekaman CCTV toko. Dari video tampak sekelompok pencuri yang berjumlahkan 3 orang memarkirkan mobil boks ke dalam toko dan mengangkut kardus-kardus berisi susu bayi dan sejumlah kosmetik pada pukul 03.30 WIB, Sabtu (29/7/2023). Wajah para maling pun terlihat sangat jelas terekam CCTV.
“Banyak yang sudah diangkut pakai mobil boks. Ketahuan diangkut dari kamera CCTV cuma untuk plat nomor enggak ketembak CCTV karena pintu yang dibuka sedikit doang pas masuk barang doang,” kata Saepudin.
Pemilik toko yang sudah membuka usahanya sejak 2020 mengaku kejadian tersebut baru pertama kali dialaminya dan selama ini dirinya sama sekali tidak mengenal muka para pelaku yang terekam dalam CCTV. Namun, beberapa hari sebelum kemalingan, ia sempat didatangi seseorang mencurigakan yang mengaku sebagai agen distributor dari salah satu merek susu.
Orang itu, kata Saepudin, menawarkan susu dengan harga yang lebih murah dan tak masuk akal. Padahal harga susu merek tersebut yang biasa dibelinya dari distributor kini sudah mengalami kenaikan.
“Ada orang yang mencurigakan beberapa hari lalu. Dia nawarin susu dengan harga murah, mengaku sebagai agen distributor. Di bawah pasaran (harganya-red), dari perusahaannya aja udah naik harganya tapi dia nawarinnya di bawah harga itu. Enggak masuk logika,” cerita Saepudin.
“Dia mencurigakan mau jual dengan harga fantastis. Enggak saya ladeni karena lagi banyak pelanggan,” lanjutnya.
Saepudin mengatakan, para bandit telah menggasak 1.500 kaleng susu merek SGM, 200 pcs parfum merek Posh, sebuah handphone operasional toko, dan sejumlah susu dari berbagai merek serta pasta gigi. Kerugian ditaksir lebih dari Rp215 juta.
“Belum (susu-red) dari merek lain, habis semua dari rak itu. Dari Bebelac aja ada yang harga Rp500 ribu per kaleng digasak semua. Ada kosmetik yang hilang, dari satu merek Posh itu udah 200 pieces. Yang dari merek lain udah 7 karton. Kerugian Rp215 juta lebih belum saya hitung semua dan itu belum masuk HP, karena saya pikirannya lagi benar-benar kacau,” ucapnya.
Saepudin telah melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke Polres Serang. Ia berharap dengan bukti-bukti jelas yang sudah diserahkannya kepada polisi, pihak kepolisian bisa segera mengusut para maling yang telah membuatnya rugi ratusan juta rupiah.
“Udah langsung saya laporkan ke Polsek lalu diarahkan ke Polres Serang. Prosesnya masih di penyidik Polres Serang belum nyampai ke Polda Banten. Kalau dari polisi infonya sudah masuk ke penyidikan. Harapan saya maling ini cepat ketangkap karena bukti pelaku sudah nyata,” tegasnya.
(Nin/Red)