SERANG – Aktivis dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berunjukrasa di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (2/9/2024).
Massa meminta anggota DPRD Provinsi Banten periode 2024-2029 yang baru dilantik lebih mementingkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Koordinator massa aksi, Dadang Suzana mengatakan, dengan penambahan kursi DPRD Provinsi Banten dari periode sebelumnya yaitu sebanyak 15 kursi menjadi 100 kursi saat ini, seharusnya seluruh anggota DPRD dapat menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada di Banten.
“Periode sebelumnya (jumlah) kursi DPRD 85, sekarang 100 kursi. Harusnya dengan penambahan ini semua permasalahan di Banten mulai pendidikan, kesehatan hingga kemiskinan ekstrem dan pengangguran dapat diselesaikan,” katanya.
Untuk itu, dirinya juga mendesak seluruh anggota DPRD Provinsi Banten yang baru dilantik untuk mementingkan kepentingan rakyat.
“Jangan mementingkan kepentingan pribadi, golongan maupun partai,” katanya.
Massa aksi juga meminta DPRD Banten untuk menjalankan fungsinya yakni kontroling, budgeting dan legislasi.
“Terutama fungsi kontroling. Dimana DPRD harus mengontrol kerja eksekutif agar optimal menjalankan kinerjanya. Apalagi ada Perpres (Peraturan Presiden, red) tahun 2022 tentang kemiskinan ekstrem harus sampai 0 persen. Dan di Banten ini kemiskinannya masih tinggi,” ujarnya.
Dadang juga meminta sinergitas antara DPRD dan eksekutif lebih ditingkatkan agar semua permasalahan yang ada di Banten bisa diselesaikan.
“Harus terjadi simbiosi mutualisme antara DPRD dan eksekutif (Pemerintah Provinsi Banten). Jika dalam proses penanganan permasalahan di Banten tidak selesai berarti dua-duanya salah,” katanya.
Dirinya juga menegaskan, jika persoalan yang ada di Banyen tidak diselesaikan, pihaknya akan kembali turun ke jalan melakukan aksi bersama masyarakat.
“Kita akan turun lagi, kita ajak masyarakat. Kami meminta (anggota DPRD Banten terpilih) Jangan mementingkan kepentingan pribadi, golongan maupun partai tapi kepentingan masyarakat. Karena mereka ini wakil rakyat dipilih oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan, jalannya unjukrasa mendapat pengawalan ketat dari Kepolisian. Satu-persatu massa aksi juga memberikan aksinya. Demonstrasi itu juga diwarnai dengan bakar ban. (Mir/Red)