Beranda Pendidikan LKPD Dindik Cilegon Sedot APBD Rp15 Miliar, Awas! Jangan Diperjualbelikan

LKPD Dindik Cilegon Sedot APBD Rp15 Miliar, Awas! Jangan Diperjualbelikan

Ilustrasi - foto istimewa Orami.com

CILEGON – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon menganggarkan biaya cukup fantastik untuk pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pada tahun 2024 ini saja, Dindik menggelontorkan sekitar Rp15 miliar lebih yang digunakan untuk pengadaan LKPD selama 2 semester.

Melihat Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Kota Cilegon pada Kamis (5/9/2024), pada Januari 2024, Dindik Kota Cilegon menganggarkan sekitar Rp6,1 miliar lebih untuk pengadaan LKPD semester dua tingkat SD.

Kemudian pada Juni 2024 Dindik Kota Cilegon kembali menganggarkan sekitar Rp6,1 miliar lebih untuk pengadaan LKPD semester satu untuk tingkat SD.

Sedangkan untuk tingkatkan SMP, Dindik Kota Cilegon menganggarkan sekitar Rp1,4 miliar lebih untuk pengadaan LKPD semester 2 pada Januari 2024.

Kemudian Dindik pada Juni 2024 juga mengadakan pembuatan LKPD dengan anggaran yang sama yakni sekitar Rp1,4 miliar lebih.

LKPD yang merupakan bahan ajar para siswa di Kota Cilegon tersebut diklaim dibagikan gratis kepada seluruh siswa dan dibuat untuk seluruh mata pelajaran.

Kepala Dindik Kota Cilegon, Heni Anita Susila menyatakan bahwa LKPD yang dibuat tidak diperjualbelikan alias gratis untuk seluruh siswa negeri.

“Semua gratis, tidak ada yang dijual. Kita itu kan yang gratis SPP dan LKPD, itupun untuk SD dan SMP Negeri, kalau swasta tidak ya,” ujar Heni ditemui di Gedung DPRD Kota Cilegon, Rabu (4/9/2024).

Heni menyatakan bahwa LKPD dibuat untuk setiap mata pelajaran yang diajarkan di sekolah.

“Di Kota Cilegon itu untuk SD ada 149 SD Negeri, sementara SMP itu ada 15 SMP Negeri dan satu SMP satu atap. Anggaran untuk pembuatan LKPD memang besar karena memang banyak buatnya, karena memang siswa SD saja sekitar 30 ribuan, kalau SMP itu 8 ribuan siswa. Anggarannya memang tergantung jumlah anaknya,” terang Heni.

Baca Juga :  Tanto Sidak Hasil Pembangunan di Dua Sekolah Dasar

Heni menyatakan bahwa untuk tingkat SD dan SMP mata pelajaran yang dibuatkan LKPD berbeda. Dimana mata pelajaran tingkatan SD lebih sedikit dibandingkan tingkatan SMP.

“Kalau anak SD kelas empat, lima dan enam itu kan ada beberapa mata pelajaran, kalau gak salah itu 10 mata pelajaran. Kalau SMP lebih banyak lagi mata pelajarannya, tapi muridnya lebih sedikit,” paparnya.

Heni menegaskan bahwa LKPD yang disediakan Dindik gratis. Sehingga dilarang keras untuk diperjualbelikan.

“LKPD ini sudah gratis, jangan sampai dijual belikan, nanti kalau dijual belikan akan berhadapan dengan saya. Langsung kita sanksi. Karena selama ini LKPD sudah gratis didanai APBD Kota Cilegon,” ucapnya.

(Man/Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News