
SERANG – Hasil karya kreatifitas para penyandang disabilitas di Kota Serang dipamerkan di sekitar Stadion Maulana Yusuf Kota Serang. Pameran tersebut berlangsung selama tiga hari pada 1-3 Desember 2021.
Hal itu terungkap pada acara bazar yang digelar Mahasiswa dari prodi Pendidikan Khusus (PKh) Untirta. Pelaksanaan bazar sendiri dalam rangka memberi akses pasar bagi penyandang disabilitas sekaligus memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI).
Terdapat beberapa stand yang disediakan oleh panitia untuk memasarkan hasil kerajinan tangan dari penyandang disabilitas. Stand-stand tersebut berisikan makanan ringan dan juga berbagai macam kerajinan tangan yang dibuat oleh penyandang Disabilitas.
Selai itu, panitia juga menyediakan spot-spot untuk menampilkan hasil karya siswa-siswi Sekolah Khusus (SKh) di Kota Serang mulai dari lukisan, karya fotografi dan berbagai macam kerajinan tangan lainnya yang bernilai seni.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Suhadi mengatakan ada beberapa rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan dalam rangka menyambut HDI yang akan jatuh pada tanggal 3 Desember 2021 mendatang.
“Salah satunya kegiatan pameran dan juga bazar bagi penyandang disabilitas di Kota Serang ini. Tentunya dengan adanya bazar ini dapat menunjukkan kepada masyarakat jika anak-anak penyandang disabilitas tidak hanya menjadi beban bagi keluarga, melainkan juga memiliki potensi yang dapat digali,” ujarnya, Rabu (1/12/2021).
Ia mengatakan, jika semua produk yang dipamerkan maupun yang dijual di stand-stand merupakan produk yang dibuat langsung oleh para penyandang disabilitas di Kota Serang.
“Semua yang ada di sini itu merupakan Karya-karya anak-anak disabilitas, baik yang dibuat oleh masyarakat disabilitas kota serang ataupun di SKh-SKh,” ucapnya.
Ia pun bersyukur, pada momentum hari disabilitas internasional itu, pemerintah daerah memberikan dukungan yang cukup sehingga dapat terlaksana dengan lancar.
“Alhamdulilah untuk Pemkot Serang sendiri sangat perhatian, apalagi kita sudah diizinkan melaksanakan kegiatan dan difasilitasi,” ucapnya.
Sementara itu salah seorang penyandang tuna daksa, Rifa Yunita mengaku mengapresiasi dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh panitia.
“Kegiatan ini sangat menarik dan tentu dapat membangkitkan semangat bagi kawan-kawan disabilitas yang ada di Kota Serang untuk terus berkarya,” ucapnya.
Menurutnya, selama ini pandangan pandangan masyarakat di Banten sendiri masih mengesampingkan penyandang disabilitas dan terkesan masih memandang sebelah mata. Padahal penyandang disabilitas juga ingin hargai sebagaimana masyarakat para umunya.
“Saya berharap agar masyarakat tak lagi memandang sebelah mata para penyandang disabilitas,” ucapnya.
(Dhe/Red)