
SERANG – Jurnalis Warga Banten menggelar diskusi publik dengan tema ‘Impian Banten Terlepas dari Citra Buruk’. Diskusi digelar di teater terbuka Rumah Dunia, Kota Serang pada Minggu (4/7/2024).
Diskusi publik ini merupakan salah satu rangkaian akhir dari festival Jurnalisme Warga Banten yang digelar sejak 3 Agustus kemarin. Di diskusi ini hadir sebagai pembicara yaitu Plh Sekretaris Daerah Banten Virgojanti, Kepala dinas Kominfo Kota Serang Arif Rahman Hakim, Akademisi Untira Leo Agustino, dan Aktivis anti korupsi Deny Surya Permana.
Ketiganya bergiliran memaparakan materi perihal tantangan Jurnalisme saat ini. Pemateri pertama, Virgojanti memaparkan soal percepatan pembangunan dan optimalisasi layanan publik di Banten.
“Kita fokus program pembangunan dalam mengejar ketertinggalan di dunia pendidikan. Kita ingin ke depan mampu meningkatkan angka lanjut pendidikan ke perguruan tinggi,” kata Virgojanti.
Pemateri selanjutnya, Leo Agustino mengatakan salah satu indikator yang menentukan suatu kota untuk maju yaitu soal siapa pemimpinnya. Ia mencontohkan kota Seoul, Korea Selatan yang bisa bangkit dari citra kota yang kumuh.
Katanya, Seoul bisa menjadi kota seperti yang saat ini dunia kenal karena kerasnya pemimpinnya. Ketegasan pemimpin menjadi vital untuk kemajuan suatu kota.
“Permasalahannya di Kota Serang itu pemimpinnya tidak tegas tidak mau dan keras pun sungkan,” ujar Leo.
Pemateri terakhir, Deny menuturkan peran kontrol masyarakat itu sangat penting bagi berlangsungnya pelayanan publik yang nyaman bagi masyarakat.
“Kalau masyarakat merasakan ada pelayanan yang lambat atau buruk itubada indikasi korupsi di situ. Makanya ikhtiar kami akan selalu melakukan kontroling terkait kebijakan kebijakan pemerintah daerah” tuturnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan hiburan pembacaan puisi dari UKM Belistra Untirta, penampilan Stand Up Comedy dari Standup Indo Serang, dan penampilan band Sandekala.
(Dra/red)