Beranda Pemerintahan Implementasi Anti Korupsi di Banten Gampang-gampang Susah

Implementasi Anti Korupsi di Banten Gampang-gampang Susah

Ilustrasi - foto istimewa tribunnews.com

SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyatakan Implementasi anti korupsi merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah, termasuk dilingkungan Pemprov Banten.

“Tidak sekadar semangat untuk mengatakan tidak, tapi juga harus bagaimana kita mengubah konsep hidup dan kebiasaan,” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Minggu (15/8/2021).

Dikatakan, yang dilakukan Pemerintah saat ini berupa langkah hukum pemidanaan dan sebagainya memang tidak cukup. Korupsi berkorelasi dengan kesejahteraan juga tidak cukup. “Korupsi berkaitan dengan mentalitas memang ya,” ungkap WH.

Mentalitas, lanjut Gubernur WH mengutip pendapat Prof Dr Koentjaraningrat, adalah konsep hidup bagaimana pribadi seseorang dalam pikiran. Sikap individual pribadi dalam memahami dan mengelola suatu kehidupan.

“Ini memang memerlukan waktu yang cukup. Ini menyangkut konsep sosiologis yang berkembang dan hidup dalam suatu komunitas maupun pribadi,” ungkapnya.

Dijelaskan, dalam rangka reformasi birokrasi di Provinsi Banten, pihaknya menaikkan honor dan insentif para guru serta tunjangan kinerja para pejabat.

Menurutnya, di Indonesia tunjangan kinerja pegawai Pemprov Banten termasuk yang tinggi. Langkah itu dinilainya cukup efektif untuk memilah orang yang merasa karena susah, sudah dicukupkan. Bagi orang yang merasa tidak cukup, menjadi tuntutan hidup.

WH sendiri mengaku, dirinya merasa sejahtera dan cukup dengan gaji dan tunjungan yang diterimanya.

“Saya merasa sejahtera. Saya merasa cukup. Janganlah kita masuk pada lingkungan yang konsumtif,” pesannya.

“Saya tekankan kepada semuanya, bahwa yang bukan hak kita jangan kita ambil,” tegasnya.

Gubernur WH juga berpesan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten yang harus menjadi contoh bagaimana sikap seorang guru yang bersahaja serta bagaimana sikap guru yang digugu dan ditiru. Boleh saja mencukupi kebutuhan hidup, namun jangan berlebihan. Dunia pendidikan harus maju karena menjadi tiang pancang pembangunan moral.

Baca Juga :  Pj Gubernur Banten Raih Anugerah Upakarya Wanua Nugraha

“Kita dijadikan Tuhan untuk mengemban amanat memperjuangkan hak-hak rakyat, membela mereka,” ungkapnya.

“Kita tidak lebih dari tukang-tukang yang menyampaikan kepada masyarakat, makanya kita disebut pelayanan. Korpri itu sebenarnya hamba-hamba Allah SWT yang memang dilahirkan untuk menjadi pelayan bukan pengepul, bukan pengumpul, tapi pelayan masyarakat,” tambah WH.

(Red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News