Beranda Peristiwa Harga Daging Kerbau dan Sapi di Pasar Tradisional Rangkasbitung Naik

Harga Daging Kerbau dan Sapi di Pasar Tradisional Rangkasbitung Naik

Pedagang daging kambing di Pasar Rangkasbitung. (Sandi/bantennews)

LEBAK– Menjelang bulan Ramadan 1446 hijriah, harga daging kerbau dan daging sapi di Pasar Tradisional Rangkasbitung mengalami kenaikan hingga Rp 10 ribu perkilogramnya. Kenaikan tersebut akibat kurangnya pasokan daging kerbau maupun daging sapi.

Aweng, salah seorang pedagang mengatakan, jika kenaikan harga daging kerbau dan sapi tersebut sudah berlangsung satu Minggu, akibat kurangnya pasokan dati distributor kepada penjual.

“Kenaikannya sekitar Rp 10 ribu perkilogramnya, harga daging kerbau yang semula Rp 140 ribu kini harganya Rp 150 ribu perkilogramnya. Sedangkan untuk daging sapi yang semula harganya Rp 130 sekarang naik menjadi Rp 140 ribu perkilogramnya,” kata Aweng saat ditemui di lapak dagangannya, Rabu (26/2/2025).

Ia mengungkapkan, naiknya harga daging sapi dan daging kerbau saat menjelang Ramadan ini belum ada peningkatan penjualan

“Kalau untuk peningkatan penjualan belum ada. Namun, diprediksi menjelang Lebaran nanti pasti ada peningkatan dan harganya pun akan terus naik,” ujarnya.

Ia menambahkan, bukan hanya daging kerbau dan daging sapi saja yang harganya naik, tapi beberapa harga bahan pokok juga mengalami kenaikan menjelang Ramadan ini.

“Dengan kenaikan harga tersebut otomatis saya beli konsumen berkurang, sehingga mempengaruhi omset kami sebagai penjual,” imbuhnya.

Sementara itu, Dini Anggraeni, salah seorang warga menyampaikan, kenaikan harga daging kerbau dan sapi tentunya sangat memberatkan warga.

“Semoga saja Pemerintah bisa segera turun untuk memantau kenaikan harga di pasar yang sangat memberatkan warga. Apalagi menjelang Ramadan dan Lebaran ini kebutuhan warga semakin banyak,” ucap Dini.

Penulis: Sandi Sudrajat

Editor : TB Ahmad Fauzi

 

 

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News