LEBAK – Salah seorang pengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Muncang Eji Fauzi berharap, program Pendidikan Indonesia Pintar (PIP) agar tidak berupa uang tunai. Eji berharap agar diganti dengan berupa barang-barang keperluan sekolah.
“Menurut pengalaman di sini dana bantuan dari program PIP sebesar Rp750.000 dan Rp375.000 yang diterima orang tua murid, bukan dibelanjakan keperluan sekolah anak seperti baju seragam, sepatu, tas, malah kebanyakan dibelikan kebutuhan rumah tangga seperti beras, dan lain-lain,” ungkap Eji yang juga Wakasek SMPN 7 Muncang, Rabu (26/9/2018).
Dikatakan Eji, pernah satu kali pembagian PIP dibagikan kepada para orang tua itu di hari Sabtu, lalu Eji melakukan rajia pada hari Seninnya.
“Eh malah kebanyakan anak-anak masih memakai sendal ke sekolah, hampir satu karung hasil dari razia tersebut. Ini menandakan bahwa bantuan dari pemerintah itu tidak dipergunakan dengan semestinya,” ungkapnya.
Untuk itu, Eji berharap ke depan bantuan dari pemerintah berupa barang-barang kebutuhan sekolah. Kepala SMPN 7 Muncang, Kurniawan mengaku lebih ringan tenggungjawabnya jika bantuan tersebut berupa barang-barang.
“Tinggal kita salurkan ke anak-anak yang mendapatkannya udah selesai, tidak menimbulkan kecemburuan sosial atau pun penyalahgunaan bantuan,” katanya. (Tra/ali/red)