
TANGERANG – Upaya penyelundupan narkotika jenis methamphetamine atau sabu-sabu asal Malaysia berhasil diungkap oleh Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Petugas mengamankan sabu seberat 6,055 kilogram yang dikemas dalam kemasan pupuk.
Jajaran Bea Cukai berkerja sama dengan pihak Kepolisian Bandara Soetta dan Polres Jakarta Barat berhasil mengungkap upaya penyelundupan dengan modus paket kiriman pupuk. Petugas mengamankan sekitar 6.055 gram Sabu serta 4 orang tersangka yang masing-masing berinisial, AYI (40), MS (38), P (26) dan N (56).
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe C Bandara Soetta, Finari Manan mengatakan kasus tersebut mulai terungkap Rabu (21/10/2020) lalu berdasarkan hasil scan mesin X-ray saat petugas memeriksa barang kiriman dari Malaysia menuju Palembang dan Lombok.
Kata dia, ada tiga kasus dalam pengungkapan itu. Kasus pertama yang diberitahukan sebagai pupuk buatan atau vitality forte berjumlah 27 bungkus pupuk seberat 28 kilogram.
“Namun ditemukan 3 bungkus atau seberat 3 kilogram sabu,” ungkap Finari saat jumpa pers di kantornya, Jumat (6/11/2020).
Kemudian yang kedua, pupuk seberat 28 kilogram dan pupuk buatan tapi kedapatan 2 bungkus atau seberat 2 kg sabu.
“Kasus ketiga 28 kilogram pupuk dengan 25 bungkus terdapat seberat 1 kilogram methamphetamin. Jadi total di kasus ini ada 6 kilogram sabu,” urainya.
Ketiga kasus itu dikirim 1 paket untuk ke Palembang dengan penerima Agri Green Solution-Mr. Ahmad Yanuar. Sementara dua paket menuju Lombok dengan penerima Agri Green Solution-Mr Abang Al.
Sementara itu, Wakapolres Polresta Soetta AKPB Yessi menegaskan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas jaringan Malaysia yang telah mengirimkan barang haram itu. “Masih kita dalami, masih dalam penyelidikan,” katanya.
Atas perbuatan tersebut keempat para pelaku, diganjar dengan sangkaan pelanggaran pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 113 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
“Pelaku diancam hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup,” ujarnya.
(Wan/Red)