
SERANG – Forum Mahasiswa Pontang Tirtayasa (Pontirta) yang selanjutnya disingkat FMP mengadakan kegiatan belajar dan pengabdian di Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang.
Kegaitan pengabdian dilaksanakan selama empat hari, terhitung sejak tanggal 18-22 Maret 2021. Pada kegiatan pengabdian ini FMP memfokuskan pada masyarakat pesisir, oleh karena itu tema yang diusung “Milenial Bergerak Optimalkan Potensi Kemaritiman”.
Seluruh mahasiswa panitia kegiatan diterima dengan baik oleh aparatur desa yang selalu membimbing mahasiswa selama kegiatan, kemudian tokoh masyarakat, dan segenap masyarakat Tengkurak yang sangat terbuka dan menerima mahasiswa dalam pengabdian ini.
Selama empat hari tersebut ada beberapa rangkaian yang telah dikonsepkan dalam kegiatan Pengabdian FMP. Pertama Diaolog Publik, kemudian Seminar UMKM, pemanfaatan lahan kosong untuk ditanami sayuran, mengajar ngaji, mendatangkan perpusatakan keliling, nonton film bersama, berolahraga bersama pemuda Tengkurak, dan memberi santunan kepada anak yatim.
“Kegiatan Pengabdian ini pertama kali dilaksanakan oleh FMP, selama tiga tahun organisasi ini didirikan. Tentu banyak kekurangan yang akan kita hadapi. Sebelummnya kami sudah menghitung masalah tersebut dan tidak berani berharap besar dalam kegiatan ini. Kami hanya berharap teman-teman pengurus dan anggota FMP bisa belajar, berjuang, dan berkorban dengan ikhlas dalam setiap proses yang dijalani. Kemudian menjalin tali silaturahmi dan belajar bersama masyarakat mengenai kehidupan sosial, potensi SDA, dan problematika yang ada di masyarakat. Kemudian dijadikan bahan informasi sebagai bahan kajian dan rujukan untuk melaksanakan kegiatan serupa agar lebih terkonsep sistematis dan berkelanjutan,” ujar Ma’rifat Bayhaki selaku Ketua Umum FMP.
Ia berharap dengan kegiatan tersebut, FMP tetap konsisten dan terus silaturahmi dengan masyarakat Tengkurak. “Agar suatu waktu bisa bersama-sama merundingkan dan memcahkan masalah yang ada,” ujar Ma’rifat Bayhaki.
“Banyak pelajaran yang saya dapatkan dalam kegaitan ini. Sebab selama saya berkuliah, ini kali pertama saya melaksanakan kegiatan Pengabdian dan langsung menjadi ketua pelaksana. Tapi sebagai pejuang pantang untuk berhenti apalagi mundur di tengah perjalanan. Selama sebulan lebih saya dan teman-teman FMP merencanakan, mengkonsepkan kegiatan ini sedemikian rupa. Keliling dari satu pintu ke pintu dinas dan perusahaan lainnya untuk mencari bantuan dana, meski kebanyakan tidak menuai hasil. Meski bensin dan biaya konsumsi terus terkuras. Namun, bukan semata-mata mengenai dana yang saya persoalkan. Akan tetapi ada yang lebih indah dari hal itu, ialah kebersamaan, komitmen, rasa percaya diri, dan pengorbanan. Dari situ saya belajar banyak mengenai kehidupan,” ujar Riyan Hidayatullah selaku ketua pelaksana kegiatan.
“Untuk kegitan sebesar ini, kekhawatiran mengenai anggaran memang tidak bisa dipungkiri. Namun, karena komitmen yang sudah dibangun, akhirnya kita bisa melaksanakan kegaitan ini walau dengan anggaran yang mayoritas dihasilkan dari iuaran teman-teman FMP, saya ucapkan terima kasih untuk seluruh teman-teman FMP yang sudah mau berjuang sejauh ini,” pungkas Riyan Hidayatullah. (Red)