CILEGON – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mencatat sebanyak 11 pohon tumbang dan empat rumah warga ambruk. Peristiwa itu terjadi dalam kurun waktu dua hari, yakni 3 dan 4 Desember 2024.
Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah wilayah di Kota Cilegon terdampak bencana.
Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi mengatakan, dalam kurun waktu 3 dan 4 Desember 2024, pihaknya mendapat 15 laporan.
“Sejak tanggal 3 sampai 4 Desember 2024 dilaporkan ada 11 pohon tumbang dan empat rumah warga yang roboh,” katanya kepada BantenNews.co.id, Jumat (6/12/2024).
Suhendi juga membenarkan bahwa peristiwa pohon tumbang dan rumah warga yang ambruk itu disebabkan cuaca buruk dan intensitas hujan tinggi yang melanda Kota Cilegon.
“Selama kejadian BPBD melakukan assesment dan evakuasi terutama yang mengganggu fasilitas umum,” ujarnya.
Dari sejumlah peristiwa tersebut, kata Suhendi, pihaknya telah mengkalkulasikan kerugian materilnya yang mencapai ratusan juta rupiah. “Prediksi di atas Rp100 juta,” ungkapnya.
Mengingat cuaca buruk dan intensitas hujan tinggi masih berlangsung di Kota Cilegon, Suhendi menyampaikan bahwa personel BPBD selalu siaga.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan menjauhi lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Imbauan untuk masyarakat dengan mulainya musim penghujan tentunya harus hati-hati dan waspada terhadap potensi bencana hidrometerologi seperti banjir, pohon tumbang, tanah longsor, cuaca ekstrim, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana,” tutupnya.
Penulis: Maulana
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd