Oleh : Sugiyarto.S.E.,M.M, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang
Dalam kondisi perekonomian yang belum membaik, tiba – tiba muncul isu terkait dengan upah pekerja pada tahun 2021. Bagi pelaku usaha jika tahun depan ada kenaikan upah minimum regional ( UMR ) di pastikan dapat mengganggu masuknya investor kedalam negeri. Bagi pelaku usaha kenaikan UMR akan menambah biaya tetap perusahaan semakin berat. Saat ini banyak perusahaan yang sudah merumahkan karyawan, karena aktifitas produksi serta permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa menurun, selama pandemic Covid-19 . Hal ini membuat kondisi keuangan perusahaan semakin berat. Kalaupun ada kegiatan, tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan.
Dalam kondisi perekonomian yang tidak baik dibutuhkan kesadaran dan kesabaran semua pihak termasuk pekerja untuk ikut sserta merasakan apa yang dirasakan oleh pelaku usaha . Dalam kondisi bisnis yang tidak menentu , perusahaan harus tetap membayar gaji karyawan walaupun tidak seratus persen, atau mungkin sebagian masih menerima gaji 100 persen. Selain gaji karyawan perusahaan diharuskan membayar biaya listrik, sewa gedung, perawatan mesin, biaya penyimpanan bahan baku dan barang jadi.
Terhentinya kegiatan perekonomian dan industri, membuat banyak masyarakat mengalami depresi karena kehilangan pekerjaan dan pendapatan, sementara biaya hidup terus berjalan. Ketika perekonomian melambat banyak perusahan melakukan efesiensi untuk menyelamatkan perusahaan.
Walaupun kebijakan upah minimum setiap daerah berbeda – beda, kenaikan pada saat sebagian daerah akan melakukan pilkada adalah kurang tepat jika upah minimum regional dijadikan komoditas politik. Ada sebagian perusahaan di Jabodetabek yang memindahkan ke daerah tertentu bahkan ada yang merelokasi industry mereka ke negara lain atas dasar pertimbangan keamanan dan kenyamanan usaha.. Biaya tenaga kerja yang murah menjadi salah satu faktor pertimbangan bagi pelaku usaha dalam mengambil keputusan relokasi industri.
Selama masa pandemic Covid-19 , hanya industry tertentu yang mengalami pertumbuhan positif seperti telekomunikasi, alat kesehatan, bisnis online, IT dan jasa pengiriman .
Kehidupan normal baru telah memaksa kita beradaptasi dengan suasana baru. Kita tidak boleh melihat masa lalu, tetapi harus menatap masa depan dengan optimis dalam menjalani kehidupan sehari – hari.
Seluruh unsur anak bangsa yang ikut mengisi dan menghiasi bangsa ini bisa berbuat nyata, bukan menjadi beban bagi bangsa dan negara. Setiap individu bisa mulai menata diri dengan kehidupan normal baru.
Walaupun ada sebagian masyarakat acuh tak acuh dengan covid-19, bahkan ada sebagian masyarakat menganggap bahwa kejadian ini bagian dari sebuah konspirasi.
Efek dari pandemic covid-19 luar biasa hebat terhadap kehidupan sosial. Kejadian ini memberikan pelajaran bagi kita semua untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam beraktivitas.
Terkadang tanpa kita sadari bahwa kemampuan manusia terbatas dalam menghadapi permasalahan, Dengan kerterbatasan ini sering di manfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan politik sesaat.
Keuntungan demografi yang di miliki bangsa Indonesia harus bisa di maksimalkan oleh anak bangsa. Jangat sampai negara kita hanya menjadi pasar bagi produk negara lain. Kita bisa belajar pada kasus boikot produk dari negara tertentu, dalam jangka pendek tujuan boikot tersebut mungkin bisa tercapai, namun sejatinya boikot yang dilakukan adalah sebatas memindahkan konsumsi produk dari negara tertentu ke negara lain. Secara tidak langsung kita hanya pindah pasar dengan produk yang sama namun berbeda produsen dan merk.
Setiap pemimpin pada dasarnya menginginkan setiap kebutuhan rakyatnya bisa dipenuhi dari dalam negeri. Faktanya tidak semua kebutuhan bisa dipenuhi karena keterbatasan sumberdaya dan teknologi. Kemajuan teknologi informasi membuat akses informasi semakin mudah didapat, sehingga masyarakat lebih leluasa dalam mengakses informasi tanpa batas. Covid-19 memberikan pelajaran kepada kita bahwa teknologi berkembang dengan cepat dan bisa merubah pasar dengan cepat.
Banyak infrstruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah agar distribusikan pembangunan dan distribusi pendapatan merata sehingga dampak ekonominya bisa di rasakan oleh seluruh masyarakat dalam jangka panjang.
Pemilik modal tidak akan mungkin membuka warung di tengah hutan, jika tidak ada akses jalan dan listrik, Pelaku usaha mikro tidak mungkin membuka warung didaerah konflik, dan memiliki resiko tinggi
Begitu juga investor dan pelaku usaha lainya, tidak mungkin mereka menginvestasikan uang mereka pada suatu negara, yang tidak bisa memberikan rasa aman dan nyaman untuk berusaha. Peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dengan memberikan pemahaman kepada lingkungan terdekat untuk bisa berfikir secara bijak dalam menerima informasi yang tidak baik dan cenderung mengadu domba sangat dibutuhkan.
Mari belajar dari kejadian masa lalu yang tidak baik untuk dijadikan sebagai pelajaran bagi kita semua agar kemajuan yang sudah dicapai oleh pemimpin terdahulu tidak terbuang secara percuma . Lebih baik mari gunakan tenaga dan fikiran kita untuk membangun bangsa dan negara sesuai dengan kompetensi kita masing – masing. Jangan membenarkan pemikiran yang belum tentu benar tapi mari mulai berfikir dengan benar.
(***)