PANDEGLANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pandeglang pesimis target penerimaan zakat fitrah tahun 2019 tahun ini bakal sesuai target. Penggajian Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kurang tepat menjadi pemyebab utamanya.
Ketua Baznas Kabupaten Pandeglang Aah Wahid Maulany menjelaskan, puasa tahun ini dimulai setelah para ASN menerima gaji. Sedangkan gaji bulan berikutnya, diterima saat memasuki cuti lebaran sehingga akan memengaruhi pembayaran zakat fitrah para ASN ke Baznas.
Sebab biasanya zakat fitrah diambil dari gaji sedangkan jika dipaksakan harus diambil sebelum bulan puasa maka itu akan meyalahi aturan, sebaliknya jika diambil setelah puasa juga tidak tepat.
“Tadinya kami menginginkan 2019 ada peningkatan. Tapi ternyata ada kendala terkait gajian para ASN. Waktu itu mau diambil gaji bulan Mei belum puasa. kalau diambil bulan Juni, sudah libur,” kata Aah, Sabtu (25/5/2019).
Aah mengaku saat ini Baznas tengah melakukan musyawarah dengan OPD untuk menentukan alokasi zakat, agar nantinya zakat tetap bisa diambil meski tidak harus dari gaji pokok.
“Oleh karena itu kami menyarankan kepada OPD-OPD menerapkan kebijakan sesuai kesepakatan. Karena kami memfokuskan penerimaan zakat dari ASN. Apakah diambil dari Tunda, atau rapel gaji, terserah diatur saja. Yang penting mereka harus zakat, karena itu wajib,” terangnya.
Aah menyebutkan, tahun lalu dipertengahan puasa Baznas sudah mampu menerima zakat sebesar Rp380 juta sedangkan tahun ini dipertengahan puasa Baznas baru mampu menerima uang zakat Rp176 juta dari 24 OPD, akibatnya tahun ini target pengumpulan zakat sebesar Rp500 juta kemungkinan akan meleset. Adapun nilai zakat yang ditetapkan Baznas Kabupaten Pandeglang tahun 2019, sebesar Rp30.000 per kepala.
“Masih ada 9 OPD lagi yang belum menyerahkan zakatnya sama sekali. Padahal dengan periode yang sama ditahun lalu, Baznas bisa menerima Rp380 juta. Dan diakhir masa penerima zakat, berhasil terkumpul Rp450 juta. Jadi kami agak pesimis akan mencapai target Rp500 juta. Kemungkinan hal yang sama terjadi pula dengan daerah lain,” bebernya. (Med/Red)