Beranda Peristiwa Balai TNUK Tutup Akses Darat Peziarah Menuju Sanghyang Sirah

Balai TNUK Tutup Akses Darat Peziarah Menuju Sanghyang Sirah

Ekspose kasus perburuan badak. (Audindra/bantennews)

SERANG – Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) menutup akses jalur darat menuju Gua Sanghyang Sirah bagi para peziarah. Tujuannya agar para pemburu tidak dapat bersembunyi di tempat tersebut atau berpura-pura menjadi peziarah.

Kepala Balai TNUK, Ardi Andono mengatakan penutupan jalur hanya dilakukan di jalur darat. Peziarah masih bisa melakukan ziarah ke ‘Sirah Jawa’ melalui akses laut yang dipandu ketat oleh petugas TNUK. Bahkan ziarah pun hanya bisa dilakukan di bulan-bulan tertentu saja.

“Hanya bulan bulan tertentu yang diperbolehkan seperti maulud safar dan bulan-bulan yang diperikan masyarakat itu membutuhkan sesuatu yang disampaikan di situ,” kata Ardi Andono kepada wartawan saat siaran pers perburuan badak di Mapolda Banten pada Senin (11/6/2024).

Ardi juga menuturkan bahwa gubuk-gubuk liar yang ada di dekat tempat tersebut juga sudah dirobohkan. Gubuk-gubuk tersebut diduga kerap dipakai para pemburu untuk bersembunyi. Pihak Balai TNUK bahkan bekerja sama dengan TNI dan Polri dalam pengamanan tersebut.

Selain itu, masyarakat yang mengaku sebagai kuncen juga telah dilakukan pemeriksaan dan identifikasi. Ardi mengatakan pihak balai bukannya melarang para peziarah datang tapi hanya melakukan pengamanan lebih ketat agar tidak ada celah bagi para pemburu masuk ke TNUK.

“Seluruh kuncen sudah kita identifikasi maka untuk yang berziarah ke Sanghyang Sirah untuk melalui darat kita larang tidak boleh lagi melalui darat tapi hanya diperbolehkan lewat laut itu pun harus dipandu,” tutu Ardi.

(Dra/red)

Temukan Berita BantenNews.co.id di Google News