
KAB. SERANG – Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun sempat terpisah dari keluarganya saat bermain di tepi Pantai Anyer, Kabupaten Serang. Anak yang mengenakan pakaian berwarna oranye itu kehilangan jejak orangtuanya selama lebih dari dua jam dan terlihat menangis kebingungan.
Mengetahui kejadian tersebut, petugas Balawista Kabupaten Serang segera melakukan pencarian dan mengumumkan informasi melalui pengeras suara sambil berkeliling area wisata.
“Anak terpisah dari orangtuanya hampir dua jam lebih, berusia lima tahun, laki-laki bernama Syifa,” ujar Kepala Balawista Kabupaten Serang, Sahrudin, kepada BantenNews.co.id, Rabu (2/4/2025).
Sarudin menjelaskan bahwa anak tersebut ditemukan di tepi pantai dalam keadaan terpisah dari keluarganya.
Menurutnya, kejadian seperti ini sering terjadi akibat kelalaian orang tua yang lebih fokus pada media sosial, sehingga, kata dia, mengurangi tingkat perhatian dan kewaspadaan kepada anak-anaknya.
“Pada saat hilang itu, anak ditemukan di tepi area pantai. Namun, terkadang orang tua yang lalai mementingkan sosial media, sehingga anaknya bisa terabaikan dan terpisah dari orang tuanya,” jelasnya.
Sahrudin menambahkan bahwa pengamanan di Pantai Anyer tidak hanya berfokus pada mencegah pengunjung terseret ombak, tetapi juga memastikan anak-anak tidak terpisah dari orang tuanya, terutama di masa liburan panjang seperti saat ini.
“Kami menggunakan pengeras suara, menginformasikan sambil berkeliling area wisata sampai akhirnya bertemu lagi dengan orangtuanya,” katanya.
Menurutnya, selama libur panjang, terutama dua hari setelah Lebaran, jumlah pengunjung meningkat pesat, sehingga pengamanan lebih diperketat.
“Di liburan panjang seperti ini, apalagi dua hari setelah Lebaran, pengunjung sangat membludak. Pengamanan kami bukan hanya di pinggir pantai untuk mengantisipasi orang hanyut, tetapi juga mengatasi kejadian seperti ini,” katanya.
“Jika ada anak yang terpisah, kami bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada orang tuanya agar mereka bisa segera bertemu kembali,” tambahnya.
Lebih jauh, Ia kembali mengingatkan para pengunjung agar selalu mengawasi anak-anak mereka, terutama yang masih di bawah umur, untuk menghindari kejadian serupa.
“Padahal, kami selalu mengimbau pengunjung agar tidak jauh-jauh dari anak-anak, supaya tidak sampai terpisah. Alhamdulillah, anak yang berasal dari Carenang ini akhirnya sudah kembali ke orang tuanya,” tandasnya.
Penulis: Rasyid
Editor: Usman Temposo