
PANDEGLANG – Empat rumah warga di Kampung Ciateul RT 04 RW 08, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang tertimpa tanah longsor.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu (18/12/2019). Dugaan sementara longsor itu akibat Tanggul Penahan Tanah (TPT) tidak kuat menahan beban.
Ade Asikin, warga Ciateul menuturkan bahwa awalnya ia beserta istrinya sedang berada di dalam rumah dan tiba-tiba terdengar suara benturan dari belakang rumah.
“Sekitar jam 14.30 WIB pas hujan gede, saya mengungsi ke kamar mandi dan istri ke depan, tapi saya juga balik lagi ke depan pas saya ke kamar mandi mau buang air besar itu kejadian (longsor), suara gebruk dua kali,” jelas Asikin.
Menurut Asikin, kejadian itu karena pondasi TPT kurang kuat sehingga menyebabkan longsor. Padahal, kata dia, tukang yang mengerjakan TPT tersebut sudah diberi peringatan bahwa TPT itu kemungkinan tidak akan kuat menahan beban.
“Kalau gak lari saya juga kena. Pondasinya asal aja, padahal dari awal saya sudah ngomong ke mandornya, kata saya pak ini takut ga kuat nahan karena semennya juga saya lihat kurang, kalau gak kuat akibatnya fatal ini ke rumah saya tapi dia bilang aman katanya,” ucap Asikin menirukan obrolan dia pada waktu itu.
Sementara itu, Neng, istri Asikin mengaku barang-barang di rumahnya tidak bisa diselamatkan karena hancur. Selain itu ia juga mengaku tidak berani kembali ke rumah karena masih trauma.
“Barang-barang hancur semua dari elektronik hingga baju semuanya hancur. Malam ini saya gak bisa ngisi rumah soalnya penuh lumpur, terus kamar juga hancur. Ga bisa ngisi saya takut masih trauma,” ujarnya.
(Med/Red)