PANDEGLANG – Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang bersama TNI, Polri dan Perhutani hingga saat ini masih berusaha memadamkan kebakaran di Pulau Deli, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana mengaku bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran dari Basarnas pada Jumat (20/9/2024) lalu, setelah dilakukan rapat akhirnya BPBDPK Pandeglang mengirimkan 8 personel dengan 2 alat penyedot air menuju lokasi pada Sabtu (21/9/2024) yang diberangkatkan dari perairan Binuangeun, Kecamatan Cikeusik.
“Sampai saat ini kami mengirimkan lagi 8 orang tambahan personel pada Kamis (26/9/2024) kemarin, tapi anggota yang dikirim tahap pertama sudah pulang sebanyak 4 orang jadi total personel yang di lokasi ada 12 orang,” kata Nana, Selasa (1/10/2024).
Kata Nana, luas lahan yang mengalami kebakaran sekitar 14 hektare, namun kebakaran tersebut tidak menghanguskan seluruhnya hanya terjadi di beberapa titik yang ada di kawasan hutan 12 hektare tadi.
“Kurang lebih secara luas itu ada 14 hektare lahan yang terbakar tapi tidak semuanya 14 hektare itu terbakar hanya berada di titik-titik tertentu saja, di sana itu informasinya lahan gambut jadi ketika sudah dipadamkan ketika kena angin api muncul kembali,” ungkapnya.
Nana mengaku ada beberapa kendala yang dihadapi selama melakukan pemadaman seperti jarak lokasi kebakaran dari pos penjagaan ke titik api sangat jauh dan harus dilalui melalui jalur laut selama 1 jam perjalanan. Selain itu, lahan gambut yang berada di lokasi membuat api yang sudah padam bisa menyala kembali hanya dengan bantuan tiupan angin.
“Jadi anggota kami sekarang masih di sana, mereka menginap karena dari Polsek Cikeusik ke lokasi perjalanan 4 jam menggunakan perahu menuju pos TNI angkatan laut dan dari pos itu menuju lokasi kebakaran masih 1 jam perjalanan laut,” terangnya.
“Kendalanya pasti dari kami yang biasanya penanganan di darat tapi ini harus menyebrang ke pulau pastinya dari peralatan dan kondisi medannya, kalau di darat kami pemadaman menggunakan mobil damkar tapi ini harus menggunakan alkon dan ini terbatas hanya 2 alkon, selain itu kondisi fisik personel juga pastinya mempengaruhi. Saat ini dari Perhutani juga sudah memberikan tambahan alkon sebanyak 2 unit,” sambungnya.
Sedangkan untuk penyebab kebakaran, pria yang akrab disapa Abah ini masih belum bisa memastikannya, dugaan sementara api disebabkan oleh cuaca panas ekstrem di lokasi.
“Kami belum bisa memastikan penyebabnya kebakaran tapi diperkirakan dari faktor cuaca panas. Infomasinya kemarin titik api sudah mulai berkurang jadi personel di sana masih berusaha melakukan pemadaman,” tutupnya.
(Med/Red)